Bajakah, Tanaman Penyembuh Kanker dari Hutan Kalimantan


PERNAH
mendengar nama Bajakah? Tanaman hutan khas Pulau Kalimantan yang ngetop setelah tiga pelajar SMA Negeri 2 Palangka Raya, Kalimantan Tengah meneliti kandungannya. Mereka menemukan, Bajakah mengandung zat yang bisa menyembuhkan penyakit kanker. Pada 2019, ketiga pelajar itu meraih medali emas dalam perlombaan Life Science di Seoul, Korea Selatan.

Nah, temuan yang kemudian dipublikasikan itu membuat heboh Indonesia. Apalagi diyakini bisa menyembuhkan penyakit yang menjadi momok masyarakat republik ini. Kanker tercatat sebagai salah satu penyakit tak menular, dengan tingkat risiko kematian cukup tinggi. Bajakah memberi harapan bagi penderitanya agar bisa sembuh.

Apa sih sebenarnya Bajakah? Benarkah berkhasiat untuk menyembuhkan kanker? Seperti apa penelitian terbaru dari tanaman yang tumbuh subur di hutan tropis Kalimantan itu? Bagaimana ketersediaan Bajakah di alam pasca-terpublikasi penelitian tiga pelajar sekolah menengah atas itu? Siapa yang bisa menjamin, Bajakah tetap lestari pada tahun-tahun mendatang? Bisa eksploitasi Bajakah direm karena tanaman itu mendatangkan cuan?

Bagaimana Bajakah hidup? Tanaman Bajakah berbentuk akar yang keras. Tanaman ini menumpang pada tanaman lain untuk tumbuh ke atas. Namun, tidak bersifat parasit bagi inangnya. Bajakah tidak membunuh tanaman induknya, seperti benalu. Jika sudah membesar, akar Bajakah bisa untuk bergelantungan, bahkan dijadikan tali untuk bantuan memanjat pohon yang lebih besar. Bajakah hanya bisa ditemukan di hutan tropis Kalimantan. Tidak mudah mengenali tanaman ini. Bentuknya sama dengan tanaman akar lainnya. Meliuk-liuk tumbuh ke atas dengan bertumpu pada tanaman di sekitarnya.

Seseorang akan mengenali Bajakah, jika sudah memotong bagian akar tersebut.  Jika ada air yang sedikit berwarna bening menetes, maka besar kemungkinan itu tanaman Bajakah. Tetapi, bisa jadi juga bukan, karena ada tanaman akar yang serupa, yang jika dipotong juga berair. Jadi, mesti berhati-hati dalam mengambil Bajakah di hutan. Kulit bagian luar tanaman ini mudah dilepas. Bahkan dikupas menggunakan tangan kosong juga bisa. Akan tetapi, ciri ini juga belum bisa memastikan apakah akar itu merupakan tanaman Bajakah.

Bagaimana dengan batangnya? Jika sudah dipotong akan terlihat jelas perbedaan akar Bajakah dengan yang serupa dengannya. Seluruh permukaan yang dipotong akan terlihat pori-pori. Dari pori-pori itulah air yang berwarna bening akan menetes. Nah, air itulah yang diyakini mengandung zat sebagai penetralisir sel kanker dalam tubuh. Kendati sudah diiris, pori-pori akar Bajakah masih terlihat. Jika potongan itu direbus, air rebusan akan berubah warna menjadi merah kecoklatan, seperti seduhan teh panas. Nah, air rebusan itu sangat berkhasiat untuk menetralisir bibit penyakit di dalam tubuh.

Adakah kaitan tanaman Bajakah ini dengan laku spiritualitas masyarakat Dayak di Kalimantan? Ada yang menyebutnya sebagai tumbuhan mistis karena hidup dengan jumlah yang sedikit. Apalagi belum ada penelitian secara masif terkait khasiat tanaman itu. Orang-orang Dayak di Kalimantan hanya menggunakan Bajakah sebagai obat tradisional, yang diberikan kepada orang sakit secara turun temurun. Penelitian klinis dan medis, apakah tanaman itu mengandung khasiat obat, belum pernah dilakukan.

Karena bernuansa tanaman mistis, maka tidak semua orang boleh mengambil Bajakah. Namun, penelitian yang dilakukan tiga pelajar di Palangka Raya, mengubah persepsi publik atas tanaman tersebut. Akibatnya, terjadi eksploitasi skala rumah tangga terhadap Bajakah karena bisa mendatangkan cuan.

Uji lab menunjukkan Bajakah mengandung antioksidan yang lebih banyak dibandingkan tanaman sejenisnya. Setidaknya, ada 40 zat pembunuh sel kanker yang terkandung pada akar Bajakah. Di antaranya, saponin, fenolik, steroid, terpenoid, tannin, dan alkonoid. “Ada senyawa sehat lainnya,” kata Peneliti dari Universitas Lambung Mangkurat, Eko Suhartanto.

Bagaimana mengolah Bajakah dengan benar? Tidak sulit sebenarnya mengolah akar ini hingga bisa dikonsumsi. Orang Dayak mengambil akar Bajakah di hutan, kemudian memotongnya kecil-kecil. Setelah dijemur di bawah matahari beberapa hari hingga mengering. Saat akan mengkonsumsinya, irisan Bajakah yang sudah kering bisa ditumbuh hingga menjadi serbuk. Bisa juga langsung direbus sekitar setengah jam. Air rebusan yang sudah berwarna coklat kemerahan, seperti air seduhan teh panas dengan rasa seperti tanpa gula, sudah bisa dikonsumsi. Tunggu agak dingin ya? Kalau diminum panas-panas, bisa melepuh tuh bibir.

Kendati belum ada rilis penelitian resmi dari lembaga yang kompeten terkait khasiat akar Bajakah, yang dipercaya bisa menyembuhkan penyakit kanker, faktanya di pasar-pasar tradisional dan modern, varian kemasan Bajakah sudah banyak dijual. Publik begitu percaya jika akar Bajakah memang bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Hal ini memacu eksploitasi Bajakah cukup besar, yang membuat populasi tanaman tersebut kian terancam. (*)

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url