Sengkubak, Vetsin Alami yang Buahnya Bisa Dijadikan Jimat

HUTAN tropis Kalimantan menyimpan beragam bumbu yang membuat makanan menjadi enak disantap. Sengkubak, salah satunya. Tanaman pengganti vetsin pada masa lalu itu sangat akrab bagi masyarakat Kalimantan Barat. Masyarakat di wilayah perhuluan atau hulu Sungai Kapuas menyebut tanaman itu dengan nama sengkubak. Sedangkan masyarakat di wilayah pertengahan menyebutnya saksang. Dua nama atas satu tanaman pengganti micin, yang sama-sama sebagai penyedap masakan.

Sengkubak memiliki nama Latin Pycharrhena cauliflora (Miers.) Diels. Tumbuhan ini masuk famili manispermaceae. Memiliki daun yang lancip, Sengkubak hidup secara liar pada 100-150 meter di atas permukaan laut. Namun, tanaman ini bisa tumbuh di lahan rendah maupun bukit yang cukup tinggi. Biasanya hidup di antara pepohonan besar.

 

Bagi masyarakat di Kalimantan Barat, sengkubak sudah jadi bumbu warisan masa lalu. Sejak lama, dimanfaatkan untuk memberikan rasa sedap pada makanan. Apalagi pada zaman lampau, vetsin yang sekarang sudah masif digunakan belum ditemukan. Nah, kalau ingin sayur yang dimasak memiliki aroma pengundang selera, ya sengkubak menjadi jawaban.

 

Apa yang membuat sengkubak memiliki rasa mirip vetsin? Daun sengkubak mengandung asam glutamate, inposin 5-monosfosfat (IMP), dan guanosin 5 monofosfat (GMP). Bukan itu saja, daun sengkubak memiliki kandungan protein, karbohidra, mineral, dan air.


Orang Kalimantan tak perlu membuat daun sengkubak menjadi serbuk seperti vetsin. Daun yang masih segar ditumbuk halus, bisa juga dicincang, kemudian dicampurkan ke dalam sayur atau lauk pauk yang dimasak. Jika memasak daun ubi yang ditumbuk, daun sengkubak bisa ditumbuk bersamaan dengan daun ubinya. Anda bisa rasakan sedapnya daun ubi, jika dicampur sengkubak.

 

Pemanfaatan daun sengkubak tak hanya daun yang masih segar, daunnya bisa dikeringkan. Jika sudah kering bisa diolah untuk disimpan, sehingga bisa dimanfaatkan sewaktu-waktu. Sebab, kalau daun yang segar mesti turun ke hutan lagi untuk mengambilnya.

 

Sengkubak tidak hanya untuk menyedapkan rasa pada masakan. Sengkubak juga bisa untuk obat luar. Misalnya untuk kompres saat terserang demam panas. Sebagai obat jika perut mengalami kembung atau masuk angin, dan beberapa penyakit lainnya. Namun, belum ada penelitian lebih lanjut terkait khasiat daun sengkubak untuk kepentingan medis.

 

Sengkubak juga punya khasiat untuk hal-hal yang berbau mistis. Apalagi buahnya diyakini memiliki nilai magis sebagai jimat. Buah sengkubak bisa dipakai untuk menangkal roh jahat yang mengganggu. Tak hanya itu, sengkubak juga bisa dipakai buat mengusir roh yang masuk ke tubuh orang atau kesurupan. Sebab, jika daunnya dibakar, keluar asap yang memiliki aroma khas.

 

Orang Dayak mengenal dua jenis sengkubak, yaitu perempuan dan laki-laki. Sengkubak perempuan mempunyai akar merambat. Sedangkan pasangannya, tumbuh seperti kayu pada umumnya. Dia tidak membutuhkan pohon lain untuk tumbuh ke atas. Jenis ini juga mempunyai serat menjuntai, yang menjadi lokasi bunga dan buah muncul. 


Sejumlah penelitian menyebutkan, ekstrak etanol daun sengkubak termasuk ke dalam kategori relarif tidak toksik dengan LD50 lebih besar dari 5000 mg/kgbb. Ekstrak etanol daun sengkubak  tidak menimbulkan kematian pada hewan uji dan tidak memberikan pengaruh terhadap parameter toksisitas akut.


Artikel Lain: Bajakah, Penyembuh Kanker dari Hutan Kalimantan

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url