7 Ikan Hias dari Kalimantan Bisa jadi Peluang Bisnis


Sungai di Kalimantan menyimpan banyak ikan hias. Tentu ini menjadi peluang bisnis yang bagus. Bagi kamu yang senang memelihara ikan hias, yuk gunakan insting bisnismu. Setidaknya ada 7 (tujuh) ikan hias dari Kalimantan yang bisa menjadi peluang bisnis.

Minat masyarakat memelihara ikan hias masih tergolong tinggi. Dengan modal yang kecil, sudah bisa memelihara ikan hias, seperti ikan cupang atau sejenisnya. Harga yang ditawarkan di lapak-lapak penjualan juga variatif dan relatif terjangkau. Namun diperlukan konsistensi dan tekun dalam merawatnya, karena tentu saja memelihara ikan hias itu gampang-gampang sulit. Tetapi jika kamu seseorang yang hobi, pasti lebih mudah dalam memelihara ikan hias. Kuncinya ada merawat dengan hati, merawat dengan cinta.


Kesempatan berbisnis ikan hias tergolong menjanjikan. Antusiasme masyarakat dalam membeli ikan hias juga masih tinggi. Ada yang membeli untuk mengisi akuarium di rumahnya, ada juga yang berniat mengembangkan, kemudian pada akhirnya juga akan menjualnya, baik secara online maupun offline. Dengan modal yang relatif kecil, bisnis ikan hias ini bisa mendatangkan cuan yang cukup tinggi. Apalagi jika sulit mendapatkan di alamnya.

 

Perairan atau sungai air tawar di Kalimantan banyak ikan hias. Jumlahnya ada yang sudah terbatas, sehingga tidak boleh lagi menangkap langsung di alam. Berikut, tim Jejaring UMKM telah merangkum 7 (tujuh) ikan hias yang terdapat di sungai Kalimantan, yang cocok untuk dijadikan bisnis.

 

1. Ikan Arwana Super Red

Ikan yang dominan warna merah pada sisiknya disebut juga ikan dewa. Harganya cukup mahal, bagi kita-kita yang berkantong tipis. Ikan ini hidup di Sungai Kapuas dan Danau Sentarum, masuk wilayah administrasi Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Saat ini, arwana merah ini sudah tidak bisa diambil langsung di habitatnya. Hanya yang sudah dibudidayakan di tambak atau kolam saja yang bisa diperjualbelikan. Ada empat jenis arwana merah ini, yakni merah darah, merah cabai, merah orange, dan merah emas. Harga arwana super red ini berkisar antara Rp2 juta-an hingga Rp50 juta-an.

 

2. Ikan Cupang

Ikan jenis aduan ini sangat populer. Bentuknya yang mungil dan memiliki keindahan pada sirip dan bentuk tubuhnya sungguh menggoda untuk memeliharanya. Kamu juga tidak membutuhkan lokasi yang luas untuk memelihara ikan cupang. Cukup wadah berbahan kaca atau plastik sudah bisa memelihara ikan cupang. Bagi anak-anak, ikan cupang bisa menjadi mainan. Apalagi mereka bisa mencari sendiri di parit-parit bergambut di Kalimantan Barat. Namun untuk jenis yang unik dan indah, tentu saja bisa diperoleh pada mereka yang benar-benar memeliharanya dan dijadikan lahan bisnis. Harga ikan cupang juga variatif, antara Rp10.000 per ekor hingga jutaan rupiah juga. Ada beberapa jenis ikan cupang, di antaranya, halfmoon, cupang sarawak, cupang serit, surga, double tail, dan lain-lain.  


3. Ikan Gabus Berwarna atau Ikan Chana

Sungai Kalimantan juga cocok untuk ikan gabus atau chana. Ikan ini populer beberapa tahun terakhir. Para pehobi ikan terpesona oleh aktraksi warna sirip ikan tersebut. Warna-warnanya membuat mata terkesima dengan keindahan tersebut, apalagi bentuk tubuhnya yang lurus dan memanjang. Ikan jenis ini mampu hidup di kolam tanpa instalasi aerator atau penambah oksigen di akuarium. Harga pasaran ikan channa dengan ukuran 5-6 cm adalah Rp30–45 ribu per ekor.

 

4. Tiger Fish 

Ikan ini endemik Kalimantan. Ikan yang disebut juga ikan elang ini memiliki tubuh yang kecil. Warna siripnya orange dengan lurik lurik seperti bulu harimau. Itulah sebabnya disebut tiger fish. Harganya relatif mahal. Namun tetap diburu banyak orang. Untuk ukuran satu sentimeter, ikan ini bisa terjual 25 ribu rupiah. Semakin besar tubuhnya, maka harganya juga semakin mahal. Ada lho yang mau membeli ikan elang ini dengan harga fantastis hingga 25 juta rupiah per ekor untuk ukuran 15 sentimeter.

  

5. Ikan Botia atau Ulang Uli

Ikan Botia ini sering juga disebut dengan ikan badut. Bahkan di habitatnya, di Kalimantan Barat, ikan jenis ini malah disebut ikan ulang uli. Ikan Botia yang dalam bahasa Latin disebut chromobotia macracanthus ini memang species ikan yang hidup di air tawar pada wilayah dengan iklim tropis, seperti Kalimantan Barat. Dia merupakan anggota tunggal dari genus Chromobotia.

 

6. Ikan Pasa atau Ikan Cawing Hidung

Ikan jenis ini sudah dilindungi oleh pemerintah Indonesia. Ikan dengan panjang 28,3 cm ini hidup di sungai-sungai yang ada di Kalimantan. Pemerintah memberikan perhatian serius pada ikan jenis ini karena jumlahnya di alam sudah sangat sedikit akibat perburuan yang masif. Pada masa lalu, bagi orang-orang di Kalimantan, ikan ini menjadi pilihan terakhir untuk dikonsumsi. Namun di pulau Jawa, ikan ini malah dijadikan ikan hias.

 

7. Ikan Molly

Ikan ini memiliki warna sirip yang indah sekali. Warna itu cukup kontras dengan tubunya yang sangat kecil. Karena keindahan itulah, orang-orang sangat banyak yang memelihara ikan Molly. Apalagi yang punya akuarium di rumah, sangat cocok bisa diisi ikan molly. Dengan tubuh yang kecil, harga yang relatif terjangkau, kamu bisa memeliharanya dalam jumlah yang cukup banyak.

 

So, bagi kamu yang memang ingin memulai bisnis ikan hias, sudah bisa menghitung dan mengkalkulasi modal yang akan dikeluarkan. Namun, investasi untuk bisnis ini tidak akan merugikan atau mengecewakan. Keuntungan finansial dari bisnis ikan hias ini sangat menjanjikan. Jika diperlukan konsultasi dengan para pelaku usaha lainnya. Yuk, mulai berbisnis ikan hias. Dari hobi, kamu bisa meraup cuan yang akan menjadi sumber pendapatan.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url