7 Tanaman Hias yang Bisa jadi Peluang Usaha Rumahan

 


Ketika pandemi Covid-19 melanda dunia akhir 2019, tanaman hias benar-benar menjadi primadona. Dampak pandemi yang membuat orang banyak memilih bekerja dari rumah melahirkan kreativitas baru sekaligus peluang bisnis yang baru juga. Orang-orang kemudian menghabiskan waktunya untuk menanam, merawat, hingga jual beli tanaman hias. Tak heran, saat itu, terutama awal tahun 2020, beberapa jenis tanaman hias melambung harganya karena banyak permintaan.

Kalimantan yang memiliki hutan tropis terbesar di Indonesia menjadi primadona dalam berburu tanaman hias. Hutan menyediakan. Tak heran, jika banyak orang yang datang dari hutan atau kampung, membawa sejumlah tanaman hias ke rumahnya, yang tinggal di perkotaan. Karena itu, tak heran, jika linimassa seperti facebook dan instagram, menjadi lapak online dalam jual beli tanaman hias tersebut.

 

Berikut ada 7 (tujuh) tanaman hias khas hutan Kalimantan, yang bisa menjadi lahan bisnis bagi pecintanya. Tak sekadar hobi, juga bisa mendatangkan rupiah untuk pemiliknya.

 

1. Anggrek Hitam

Ada beberapa jenis anggrek hitam yang tumbuh di Indonesia. Salah satunya di Kalimantan. Ada juga di Papua. Sebenarnya tidak berbeda jauh antara anggrek hitam Kalimantan dengan Papua ini. Namun, jika ditelisik lebih jauh, ada perbedaan yang mencolok pada bagian putiknya. Tidak mudah menemukan anggrek jenis di hutan-hutan Kalimantan. Bisa dibilang sudah langka. Bahkan ada mitos yang menyebutkan, jika menemukan anggrek hitam, maka rejeki anda sedang bagus. Coelogyne pandurata atau black orchid ini memiliki warna labellum yang hitam dengan garis-garis berwarna hijau. Anggrek jenis ini juga hidupnya menumpang pada tanaman lain. Biasanya berbunga pada bulan Oktober hingga Desember tiap tahunnya.


2. Kantong Semar

Tanaman merambat ini juga bisa dijadikan tanaman hias. Kendati tak memiliki bunga, namun kantong yang menjuntai pada ujung daunnya membuat kantong semar digandrungi. Tanaman ini tumbuh pada dataran rendah, yang berawa dan selalu basah. Kantong semar membutuhkan asupan air yang cukup tinggi. Sebagian masyarakat Dayak menjadikan tanaman ini untuk membuat ketupat. Kantongnya diambil kemudian diisi beras, lalu dikukus. Seperti membuat lontong atau ketupat. Tanaman ini termasuk unik, selain membutuhkan air, ia juga bisa menangkap serangga, seperti lalat, lebah, dan kumbang untuk dijadikan sumber makanan.


3. Bucephalandra

Tanaman khas hutan Kalimantan ini lebih banyak dimanfaatkan untuk akuaskap. Hal itu karena tanaman ini tumbuh endemik di tempat berair atau sungai-sungai kecil dengan air berbatuan yang jernih. Tanaman air ini sangat populer ketika pandemi melanda dunia pada 2020 lalu. Mulai digandrungi para pehobi akuaskap. Bucephalandra menjadi tempat ikan-ikan kecil bermain sehingga sangat cocok dijadikan hiasan akuaskap.


4. Kadaka

Dalam masyarakat Dayak, tanaman ini disebut kerapas. Dia numpang hidup pada pohon-pohon di hutan. Namun ada juga yang hidup dibekas-bekas tunggul kayu. Kadak bisa tumbuh menjadi besar. Daunnya akan rimbun dan berlapis. Sehingga bisa menghadirkan suasana teduh seperti di hutan tropis. Kadaka sangat cocok untuk dimanfaatkan sebagai tanaman hias di pekarangan, bahkan di taman-taman kota. Kadaka juga mulai banyak digemari sejak pandemi kemarin. Di linimassa media sosial berseliweran informasi tentang Kadaka itu. Ada yang menjual, ada juga yang sekadar memberitahukan kepada orang banyak tentang Kadaka.


5. Janda Bolong (Monstera)

Ini tanaman yang benar-benar melejit namanya pada 2020. Harganya sangat fantastis. Pantas memang dihargai tinggi karena penampilannya yang istimewa. Janda bolong ini termasuk tanaman merambat. Tak berbeda jauh dengan tanaman seperti sirih yang juga merambat. Keistimewaan Janda Bolong ini terletak pada daunnya. Setiap daun memiliki lubang-lubang yang seperti dicetak dengan sempurna. Bolong-bolong pada daunnya inilah yang menarik perhatian banyak orang. Tak heran, jika orang kemudian rela merogoh uang cukup banyak hanya untuk memiliki tanaman hias bernama Janda Bolong ini.  


6. Ratu Daun (Aglonema)

Aglonema sangat terkenal di Kalimantan, bahkan di Indonesia. Keunikan warnanya membuat banyak orang terpikat. Apalagi varian warnanya beragam. Aglonema sangat cocok untuk mempercantik ruangan. Famili talas ini sangat diminati sehingga dijuluki sebagai ratu daun. Eksotisme yang ia tampilkan membuat para pehobi tanaman hias kesengsem. Tanaman hias daun ini sering juga disebut sri rejeki, jika di luar negeri dikenal dengan sebutan Chinnese evergreen. Karena popularitasnya itu, aglonema sangat banyak diperjualbelikan. Di laman-laman online shop berseliweran lapak-lapak menjualnya. Dan, selalu diburu. Bagi pehobi tanaman hias, aglonema tak sekadar menghiasi rumah, halaman, atau pekarangan belakang, juga bisa mendatangkan cuan.


7. Keladi Tengkorak (Alokasia)

Ini sebenarnya tanaman keladi. Namun dari jenis yang memiliki keunikan sendiri. Sering disebut juga elephant ears. Apa ciri khas dari tanaman keluarga alocacia ini? Bentuk daun bergaris tegas seperti sebuah tengkorak. Corak yang unik inilah, yang menjadikan keladi tengkorak sangat populer di kalangan pehobi tanaman hias. Tanaman ini dapat ditemukan di hutan Kalimantan. Dia menjadi salah satu tanaman yang paling diburu oleh pehobi, bahkan ada permintaan agar keladi tengkorak ini dikirim ke luar negeri. Ada beberapa jenis dari keladi tengkorak ini, di antaranya, yang berwarna hijau dan berwarna perak,juga dengan warna black velvet. Bagaimana membedakannya? Setiap daun memiliki tulang yang unik. Namun, yang paling banyak diburu adalah jenis keladi tengkorak yang berwana perak.

 

Nah, itu tadi 7 (tujuh) tanaman hias khas hutan Kalimantan yang paling banyak diburu para penikmat keindahan dan keunikan flora hutan tropis. Jika kamu gemar menanam dan merawat tanaman hias, boleh mulai memikirkan langkah untuk dijadikan lahan bisnis. Jadi, tak sekadar hobi, tapi juga bisa menjadikan tanaman hias sebagai sumber penghasilan.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url