Ternak Ikan Koi, Hobi yang Bisa Datangkan Rupiah


Kalau kamu penyuka ikan hias, tidak ada salahnya memelihara ikan koi. Komoditas perikanan ini termasuk berpotensi mendatangkan rupiah. Akses pasar dan modal tidak sulit. Prospek usaha ikan koi masih sangat menarik. Permintaan pasar juga cukup tinggi. Harga ikan koi juga cukup bersaing di pasaran. Ternak ikan koi, hobi yang bisa mendatangkan uang sehingga dapur tetap ngepul.

Ikan koi ini sangat indah. Bentuknya yang menarik membuat banyak orang terpesona. Tak heran, jika ikan hias ini makin banyak peminatnya. Dengan begitu, sangat terbuka peluang bisnis pada sektor ini. Yuk, ah, daripada hanya sekadar jadi hobi. Ada baiknya, dijadikan ladang bisnis agar cuan mengalir ke kantong kita.

Apa yang perlu jadi perhatian jika kita ingin memulai usaha ternak ikan koi ini? Ah, sederhana kok. Tidak juga bikin kepala pusing tujuh keliling. Hanya ada tiga hal saja, yakni bentuk dan mutu kolam mesti proporsional, sirkulasi air yang terjaga, dan pemberian makanan yang rutin dan tepat. Kalau hal ini bisa dilakukan, percayalah hobi anda memelihara ikan koi akan jadi lahan bisnis yang menjanjikan.

Tim kami sudah merangkum beberapa langkah dalam memulai usaha ternak ikan koi. Yuk, disimak.

1. Siapkan Kolam yang Baik

Namanya ikan, ya dia perlu kolam. Kalau tak ada kolam, ya tak bisa hidup. Hahaha, canda woi. Kolam harus disipakan dengan baik. Hal ini akan berpengaruh terhadap hasil yang kita inginkan. Kolam dari semen sangat baik untuk skala budidaya. Ada beberapa keuntungannya, di antaranya, pengaturan sirkulasi air di dalam kolam akan baik dan mudah dilakukan. Selain itu, kolam dari semen akan tahan lama, perawatan juga mudah dan tidak khawatir akan koyak kalau dibersihkan dengan alat yang tajam.

2. Memilih Indukan

Tak bisa sembarangan dalam memiliki indukan ikan koi. Kita mesti hati-hati dan jeli. Pilihlah induk yang berkualitas terutama kegesitan dan corak warna yang menarik. Pilih juga induk dengan genetik yang bagus. Jika genetiknya bagus, maka akan melahirkan keturunan yang baik juga. Ya, istilahnya tuh bibit, bebet, bobot. Lantas bagaimana caranya tahu kalau itu indukan yang bagus? Mudah kok! Usia ikan koi-nya sudah di atas dua tahun, berasal dari varietas yang sama, tubuhnya Panjang dan lurus, sirip dan ekor melebar. Berenang tenang dan seimbang, warna cermelang, cerah, kontras dan tidak cacat tubuh, tidak berenang di dasar kolam, nafsu makan tinggi.

3. Memelihara Indukan

Setelah berhasil memilih indukan yang berkualitas, maka kita perlu tahu bagaimana memelihara indukan tadi. Indukan tadi ditempatkan pada kolam khusus. Kedalaman kolam sekitar satu setengah meter, lebih dalam justru sangat baik. Ukuran kolam juga perlu diperhatikan. Idealnya ukuran kolam itu sekitar 4x5 meter. Kita hanya boleh mengisi paling banyak 20 indukan betina. Ini dilakukan agar tidak terlalu padat sehingga mengurangi daya jelajah indukan.

4. Memijah Indukan

Setelah dua langkah tadi, maka perlu memijah indukan ikan koi. Pemijahan itu proses mengeluarkan sel telur betin dan sperma jantan, yang dikawinkan sehingga memperoleh bibit koi yang berkualitas. Proses pemijahan membutuhkan manusia, tentu oleh tenaga yang sudah terampil sehingga proses pemijahan benar-benar dilakukan sesuai prosedur.

5. Media untuk Memijah

Kita perlu satu kolam khusus untuk memijah. Kolam ini mestinya dibuat terpisah antara indukan jantan dan betina. Kolam untuk memijah juga harus dibuat dari semen dengan plesteran yang halus. Hal ini agar ikan tidak terluka pada saat proses pemijahan. Sirkulasi air pada kolam pemijahan harus berjalan dengan baik. Hal itu bisa merangsang ikan koi dalam melakukan pembuahan. Air yang digunakan harus diendapkan selama 24 jam. Tujuannya untuk mengendapkan bahan-bahan anorganik yang dapat meracuni atau mengganggu proses pemijahan dari ikan koi.

6. Proses Memijah Indukan

Masukan indukan yang betina lebih dahulu. Setelah itu, masukan indukan yang jantan. Lihat, apakah indukan betina mulai berenang mengeliling kolam. Jika itu terjadi, maka indukan itu mulai melakukan pemijahan. Lihat juga, apakah indukan jantan mengikuti indukan betina sambil menempelkan tubuhnya. Jika iya, maka pemijahan sedang berlangsung. Jika gerakan keliling kolam kian cepat sampai indukan betina mengeluarkan telur dan menempel pada badan. Lalu ikan jantan mengeluarkan sperma. Saat itulah terjadi pembuahan.

7. Proses Larva Menetas

Jika proses pemijahan berhasil, maka dilanjutkan pada bagaimana larva ikan koi akan menetas. Lakukan di kolam khusus untuk menetas. Penetasan harus di dalam keadaan terendam air. Telur akan menetas dalam waktu 48 jam dengan suhu 27-30°C. Larva ikan yang baru menetas masih menyimpan sisa makanan dalam dirinya yang di dapat dari kuning telur pada saat masih berupa telur. Persediaan ini akan bertahan 3 – 5 hari setelah itu akan habis. Jika habis makan burayak ikan koi harus mulai di beri pakan.

8. Proses Pendederan

Ada tahap proses pendederan, yakni dilakukan selama 2 bulan pemeliharaan dari larva–ukuran fingerling/sejari (2–3 cm) dan menumbuhkan pakan alami, melakukan seleksi dan penjarangan. Kendati begitu, ada syarat yang harus dipenuh dalam proses pendederan, di antaranya, ukuran fingerling membutuhkan waktu 6–8 minggu, ukuran 5–8 cm memerlukan waktu 4 bulan, pendederan harus pada kolam khusus untuk pendederan biasanya memelihara koi sampai umur 3 bulan.

Oke Guys, itu tadi sekelumit proses dan cara berternak ikan koi. Dari hobi, anda bisa meraup cuan gede lo. Asal rajin dan ulet saja. Usaha ternak ikan koi tidak memerlukan biaya yang gede juga. Dia juga tidak membutuhkan lahan yang luas. Jika ada sedikit ruang kosong di rumah, sudah bisa kita bikin usaha ternak ikan koi ini. Selamat mencoba ya.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url