Tips Digital Marketing untuk Memasarkan Ikan Koi dengan Harga Jual Tinggi


Kamu ingin menjual ikan koi? Harganya masih tinggi lho. Tetapi, kamu mesti tahu bagaimana tipsnya. Ada banyak sih. Salah satunya dengan cara digital marketing. Era digital ini, memasarkan produk seperti ikan koi mesti memanfaatkan ruang digital.

Harga ikan koi yang cukup mahal, membuat potensi pasarnya juga besar. Namun diperlukan strategi jitu untuk meningkatkan akses pasar untuk jual beli ikan koi tersebut. Selain menjaga kualitas produk ikan koi, jaringan market juga perlu diperluas.

 

Lalu apa yang diperlukan untuk meningkatkan penjualan dengan harga yang bersaing? Tim kami sudah merangkum beberapa langkah untuk meningkatkan performa ikan koi di pasaran. Yuk disimak.

 

1. Riset Pasar

Agar kita menemukan pasar yang tepat, perlu melakukan riset sederhana. Ini dilakukan agar kita mengenal calon pembeli, apakah berkenaan dengan ikan koi yang hendak kita jual. Kalau ingin menjual ikan koi, kita mesti menjaga kualitasnya. Kualitas akan menentukan apakah harga jualnya tinggi atau anjlok. Ada tiga hal yang berkaitan dengan kualitas tadi, yakni warna, berat dan ukuran, kemudian jenis dan varietas ikan. Jika ketiga hal ini terpenuhi, yakinlah akan menemukan pasar yang tepat, tentu dengan harga jual yang tinggi. Cuan pasti mengalir, bro.

 

2. Bangun Jaringan Pelanggan

Membangun jaringan antarpelanggan itu perlu. Membangun sikap saling percaya antara konsumen dan kita menjadi modal agar penjualan ikan koi semakin meningkat. Ada adagium yang mengatakan bahwa pelanggan menjadi media promosi terbaik dalam produk kita. Karena itu, jaringan atau koneksitas ke pelanggan perlu dibangun dengan baik. Sebagai produsen, kita perlu memberikan garansi mutu atas ikan yang kita pasarkan. Hal ini menjadi kunci untuk memikat calon pelanggan. Perlu strategi jitu, agar orang yang membeli ikan koi pada kita, mau kembali lagi untuk membeli.

 

3. Jaga Kualitas Ikan

Apapun yang hendak kita pasarkan, kualitas menjadi hal yang utama. Begitu juga jika kita ingin berbisnis ikan koi. Kualitas akan menentukan harga jual. Karena itu, wajib untuk menjaga kualitas. Warna ikan koi sangat menentukkan harga jualnya, dan inilah yang menjadi pertimbangan pembudidaya ikan koi untuk memilih pakan yang meningkatkan kualitas pigmen atau warna ikan koi.

 

4. Manfaatkan Ruang Digital

Era revolusi industri informasi yang pesat begini, kita mesti mampu memanfaatkan ruang digital sebagai media penjualan. Kehadiran media sosial semacam fesbuk, Instagram, twitter, whatsapp, dan lainnya memberikan peluang pemasaran digital lebih tinggi. Digital marketing sangat membantu untuk menjangkau pelanggan yang jauh dari tempat usaha kita. Bahkan ada yang memiliki website sendiri untuk membangun jaringan lewat digital marketing.  

 

5. Review dan Testimoni

Review itu penting. Nah, medianya bisa menggunakan video atau foto, yang diposting di media sosial kita. Bisa juga dengan membuat kanal Youtube, Tiktok, atau media visual lainnya. Kemudian perlu juga testimoni dari pelanggan yang sudah membeli ikan koi di tempat kita. Kita bisa minta mereka sampaikan testimoni, lalu direkam, dan dipublish di kanal media sosial, yang kita miliki.

 

Usaha ikan hias jenis koi ini tetap menjadi peluang yang berkesinambungan, tidak ada matinya. Harga yang cukup stabil, bahkan cenderung terus meningkat, membuat senyum para pebisnis ikan koi terus mengembang. Apalagi, dalam sekali perkawinan, ikan koi bisa menghasilkan lebih dari seratus anakan. Tentu saja ini sangat menjanjikan.

 

Satu pasang ikan koi, bisa kawin setiap enam bulan sekali. Bayangkan jika kita punya 20 pasang ikan koi, maka tiap enam bulan bisa punya dua ribu anakan ikan. Hitunglah tingkat kegagalan hidup anakan itu 10 persen, maka tak kurang dari 18.000 ikan koi yang kita hasilkan dalam satu semester.


Artikel Lain: Ternak Ikan Koi, Hobi yang Bisa Datangkan Rupiah

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url