Usaha Ternak Jangkrik, Modal Kecil bisa Raup Cuan Gede


Anda tertarik membudidayakan jangkrik? Tinggi loh permintaan jangkrik di pasaran. Kita bisa meraup cuan dari berternak hewan yang kadang bikin malam jadi riuh itu. Tingginya permintaan itu bisa jadi potensi bagi kita untuk memulai usaha ternak jangkrik. Ya, tak perlu berpikir untuk usaha skala besar dulu. Cukup yang kecil, bikin satu kandang, dengan beberapa indukan. Tidak sulit kok membudidayakan jangkrik.

Jangkrik itu keluarga serangga. Binatang kecil ini menjadi pakan utama seperti burung dan ikan. Tak heran, jika permintaan akan jangkrik terus melonjak. Jangkrik senang hidup di daerah tropis. Jumlah spesiesnya saja di atas seribu jenis. Di Indonesia saja sudah dikenal lebih dari seratus spesies jangkrik.

 

Karena potensi cuannya cukup tinggi, kita mesti tahu dulu, bagaimana cara berternak jangkrik tersebut. Apa dulu yang mesti disiapkan. Jadi harus ada planning ya guys. Mengapa? Ya supaya kita bisa menghitung risiko yang terjadi jika nanti usaha ternak jangkriknya tidak sesuai harapan. Tetapi jika digeluti dengan serius, percayalah, ternak jangkrik bisa bikin dapur kamu mengepul loh.

 

Pahami dulu karakteristiknya. Jangkrik itu hewan herbivora yang hidup di alam bebas. Ia suka makan dedaunan muda, seperti tunas baru tanaman dan rumput-rumput yang baru tumbuh. Jika sudah dibudidayakan, kita bisa memberikan pakan jangkrik dengan sayuran hijau, seperti sawi, bayam, selada, mentimum, daun pepaya, dan berbagai sayuran lainnya. Satu lagi, jangkrik suka tempat yang gelap.

 

Berikut tim kami sudah merangkum beberapa langkah yang bisa ditempuh, jika kita serius ingin membudidayakan jangkrik, sebagai usaha rumahan.


1.     Lokasi Usaha

Ini penting. Sebab jangkrik tidak suka kebisingan. Hewan ini lebih suka tempat yang tenang, sunyi, dan teduh. Sirkulasi udara harus baik. Sebisa mungkin jangan dekat jalan raya karena lalu lintas kendaraan akan mengganggu ketenangan jangkrik. Karena suka gelap, penempatan kandang jangkrik harus menghindari paparan sinar matahari langsung.

 

2.     Model Kandang

Kandang jangkrik sebenarnya simpel. Tak perlu dibuat mewah seperti kandang kucing atau anjing. Menggunakan bahan-bahan sisa juga bisa, seperti kardus, papan, dan triplek. Desainnya juga sederhana. Hanya kotak persegi empat atau kubus saja sudah boleh. Ukurannya disesuaikan dengan kebutuhan. Usahakan tidak ada lubang yang membuat jangkrik bisa keluar. Jadi, sambungan pada kandang sebaiknya dilem agar tidak ada lubang untuk akses keluarnya. Pasang kaki-kaki pada keempat sudut peti sekitar 10 cm. Letakan mangkuk yang diisi air atau cairan lain untuk mencegah hama seperti semut masuk ke dalam kandang.

 

3.     Bibit yang Sehat

Bibit indukan penting untuk memulai usaha ternak jangkrik. Kamu harus mencari bibit yang sehat, tidak cacat, dan usianya sekitar 10-20 hari. Sebab usia segitu adalah saat jangkrik masih dalam masa subur, sehingga akan mudah untuk berkembang biak. Induk jangkrik yang bagus untuk bibit itu yang berasal dari tangkapan alam. Karena ia memiliki tubuh yang tidak rentan terserang penyakit. Imunitas tubuhnya kuat. Namun bukan berarti, tidak diperbolehkan membeli indukan untuk bibit yang dijual di toko-toko. Jika membeli dari toko, mesti berhati-hati. Pastikan kalau indukan itu sehat dan bagus untuk bibit.

 

4.     Proses Perkawinan Jangkrik

Jika bibit yang kita punya sudah memenuhi standar, maka tidak sulit untuk mengawinkannya. Kandang untuk mengawinkan mesti dipisahkan. Sebab, jangkrik perlu ketenangan dan kesunyian yang paripurna. Jadi, jangan sampai pasangan jangkrik terganggu oleh keriuhan. Hal itu bisa membuat keduanya stress sehingga proses perkawinan akan terhambat. Karena jangkrik ini hewan yang bebas di alam, maka sebaiknya kandang untuk mengawinkannya mesti dibuat serupa dengan habitatnya di alam. Dalam kandang perkawinan, siapkan bak pasir atau tanah sebagai tempat peneluran. Selama masa perkawinan jangkrik jantan akan mengeluarkan suara derik terus menerus.

 

5.     Penanganan Telur Jangkrik

Perlu waktu antara tujuh hingga sepuluh hari bagi telur jangkrik untuk menetas. Jika induk betina sudah bertelur, lima hari setelahnya telur-telur harus dipisahkan. Jika tidak dipisahkan, maka telur-telur itu bisa dimakan oleh induknya. Kalau ini terjadi, ya usaha ternak jangkrik bisa gagal. Karena itu harus ditangani secara baik. Telur harus dipindahkan ke dalam kandang penetasan.  

 

Jadi, sebenarnya tidak sulit untuk memulai usaha atau bisnis ternak jangkrik. Kendati begitu diperlukan keuletan dan kegigihan dalam membudidayakannya. Usaha ternak jangkrik termasuk yang tidak membutuhkan modal besar. Bisa dilakukan di rumah walaupun lahan yang dimiliki tidak begitu luas. So, jangan ragu ya. Yuk, kita mulai usaha ternak jangkrik. Cuan bakal mengalir, bro.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url